Kepri  

Rapimprov Kadin Kepri 2026 Jadi Momentum Konsolidasi dan Penyusunan Agenda Strategis Lima Tahun

KILAS BATAM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kepri 2026 pada Kamis, 24 September 2026, di Harris Hotel Batam Centre.

Mengusung tema “Dari Amanah Menuju Aksi: Memperkuat Peran Strategis Kadin dalam Mendorong Ekonomi Kepri yang Inklusif, Berdaya Saing dan Berorientasi Global”, Rapimprov menjadi momentum awal konsolidasi kepengurusan Kadin Kepri Masa Bakti 2026–2031 sekaligus menyatukan langkah dalam menetapkan agenda strategis organisasi untuk lima tahun ke depan.

Ketua Umum Kadin Provinsi Kepri, Ir. Mustava, ST., MM., IPU, menegaskan bahwa Rapimprov tidak boleh sekadar menjadi forum rutin organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menghasilkan arah kerja yang konkret, terukur, dan memberikan dampak bagi dunia usaha serta perekonomian daerah.

“Rapimprov ini merupakan salah satu forum awal bagi kepengurusan Kadin Kepri Masa Bakti 2026–2031 untuk menyatukan langkah dan menyusun agenda strategis organisasi. Kita ingin amanah organisasi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi dunia usaha dan perekonomian Kepri,” ujar Mustava.

BACA JUGA:  KKSS dan Dewan Kebudayaan Makassar Tandatangani MoU Pengembangan Kebudayaan Sulsel di Kepri

Ia menekankan, seluruh program kerja Wakil Ketua Umum, Ketua Komite Tetap, dan perangkat organisasi Kadin Kepri harus disusun dengan pendekatan berbasis target dan indikator kinerja.

Setiap program, kata Mustava, harus memiliki lead sector, bidang pendukung, mitra strategis, target, serta Key Performance Indicator (KPI) yang jelas.

“Tidak cukup hanya mencantumkan kegiatan. Harus jelas siapa lead sectornya, siapa supporting-nya, siapa mitra strategisnya, apa targetnya dan bagaimana keberhasilannya diukur melalui KPI,” tegasnya.

Menurut Mustava, pendekatan berbasis target tersebut diperlukan agar seluruh bidang di lingkungan Kadin Kepri dapat bergerak secara terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sinergi lintas bidang nantinya diarahkan untuk menjawab sejumlah agenda strategis daerah, antara lain investasi, industrialisasi, perdagangan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), infrastruktur, kemaritiman, ekonomi digital, ekonomi hijau, hingga peningkatan daya saing dunia usaha.

BACA JUGA:  Wagub Nyanyang Sambut Kunjungan Kerja Menko Polkam di Natuna

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Rapimprov Kadin Kepri 2026, H. Deni Aslan, ST, mengatakan persiapan Rapimprov diarahkan agar forum tersebut menjadi ruang konsolidasi yang produktif bagi seluruh unsur Kadin di Kepulauan Riau.

Rapimprov akan diikuti Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus Kadin Kepri, serta Kadin Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau.

“Rapimprov ini kita persiapkan sebagai forum konsolidasi yang produktif. Kita ingin seluruh unsur Kadin di Kepri dapat menyampaikan gagasan, pokok-pokok pikiran dan agenda strategis yang nantinya dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret dan dapat ditindaklanjuti,” kata Deni.

Deni menjelaskan, Rapimprov Kadin Kepri 2026 juga menjadi bagian dari pelaksanaan Rapimprov Kadin secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia, bertepatan dengan HUT Kadin Indonesia ke-58.

BACA JUGA:  Kawasan Taman Gurindam 12 Kembali Ditata, Sebagai Pusat UMKM sekaligus Menampilkan Wajah Baru Ibukota Kepulauan Riau

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie dijadwalkan memberikan sambutan melalui format hybrid. Kehadiran secara daring tersebut diharapkan turut memperkuat hubungan dan konsolidasi antara Kadin di daerah dengan Kadin Indonesia.

Melalui Rapimprov 2026, Kadin Kepri menargetkan terbentuknya kesamaan visi dan langkah seluruh jajaran organisasi dalam menjalankan kepengurusan Masa Bakti 2026–2031.

“Dari amanah menuju aksi bukan sekadar tema. Ini menjadi semangat kerja kepengurusan Kadin Kepri untuk lima tahun ke depan,” ujar Mustava.

“Kita ingin Kadin hadir sebagai rumah bersama dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan investasi, memperkuat industri dan perdagangan, serta mendorong ekonomi Kepri yang semakin inklusif, berdaya saing dan berorientasi global,” lanjutnya.***