KILAS BATAM – Suasana sore di Balai Warga Ruang Terbuka Hijau (RTH) RW 11, Perumahan Bumi Sakinah, Tembesi, Sagulung, Minggu (12/4/2026), terasa berbeda. Usai salat Asar, satu per satu warga berdatangan, saling menyapa dengan senyum yang hangat, membawa semangat kebersamaan khas bulan Syawal.
Di tengah nuansa penuh keakraban itu, Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, hadir bersama sang istri, Juwita Purnamasari. Kehadiran mereka bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi juga membawa bentuk perhatian nyata menyerahkan bantuan peralatan memasak kepada Majelis Taklim Blok Madinah RT 02/RW 11.
Momentum tersebut dirangkai dalam kegiatan halal bihalal warga, yang sekaligus menjadi penanda aktifnya kembali kegiatan majelis taklim setelah sebulan penuh jeda Ramadan. Lantunan hadrah dari ibu-ibu majelis taklim menambah syahdu suasana, berpadu dengan momen saling bersalaman dan bermaafan yang menghangatkan hati.
Ketua Majelis Taklim Blok Madinah, Meri, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk mempererat ikatan batin antarwarga.
“Melalui halal bihalal ini, kita saling memaafkan, saling memahami, dan saling mendukung dalam setiap kegiatan yang positif,” ujarnya penuh harap.
Bantuan yang diserahkan berupa wajan/kuali dan termos nasi mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar bagi para ibu-ibu majelis taklim. Selama ini, merekalah yang setia menyiapkan konsumsi dalam setiap pengajian dan kegiatan warga.
“Terima kasih atas bantuan ini. Semoga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkhidmat,” tambah Meri.
Tak hanya menyerahkan bantuan, Muhammad Syafei juga menghadirkan kehangatan melalui pantun yang disambut meriah oleh warga:
Pohon pinang pohon jati,
Tumbuhnya di dekat pohon cendana,
Alangkah senang rasa di hati,
Bisa silaturahmi dengan warga Blok Madinah.
Jalan-jalan ke Pantai Marina,
Pergi ke sana di hari raya,
Kalau sudah jumpa warga Madinah,
Hati yang galau menjadi bahagia.
Gelak tawa pun pecah, mencairkan suasana yang sejak awal sudah terasa akrab.
Namun, lebih dari sekadar canda dan kebersamaan, Syafei juga menitipkan pesan penting. Ia mengingatkan bahwa semangat ibadah yang telah terbangun selama Ramadan jangan sampai pudar begitu saja.
“Kalau tidak mampu melakukan semuanya, jangan sampai semuanya ditinggalkan. Amal yang sedikit tetapi rutin lebih dicintai Allah,” pesannya.
Ia menekankan beberapa kunci untuk menjaga istiqamah: meluruskan niat karena Allah, memperbanyak doa, memilih lingkungan yang baik, serta konsisten dalam amal kebaikan, sekecil apa pun itu.
Menjelang Magrib, kegiatan ditutup dengan suasana yang semakin hangat. Warga saling bersalaman, bermaafan, dan mempererat silaturahmi, sebuah potret kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.
Bagi warga Blok Madinah, momen ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan penguat ikatan sosial dan spiritual. Harapannya, kebersamaan ini terus terjaga, menjadi fondasi dalam membangun lingkungan yang harmonis, religius, dan saling peduli.
“Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa serta istiqamah dalam beribadah pasca-Ramadan,” tutup Syafei.***












