Batam  

Saat Gedung Serbaguna Menjadi Bukti Perjuangan Muhammad Syafei untuk Warga

KILAS BATAM – Suara tawa anak-anak, lantunan ayat suci saat pengajian, hingga diskusi warga dalam rapat lingkungan kini rutin terdengar dari sebuah gedung serbaguna di Perumahan Cipta Asri RT 07/RW 12, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Bangunan yang dahulu hanya menjadi harapan warga itu kini telah menjelma menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus simbol nyata perjuangan aspirasi yang berhasil diwujudkan.

Gedung tersebut merupakan hasil advokasi Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PKS, Muhammad Syafei, melalui program pembangunan tahun 2025. Kehadirannya tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga.

Rasa syukur itu disampaikan Ketua RT 07, Badrun, saat menyambut pelaksanaan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 yang digelar Muhammad Syafei di lingkungan mereka, Jumat (31/7/2026).

“Alhamdulillah, gedung serbaguna yang diperjuangkan Pak Syafei kini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Gedung ini menjadi pusat kegiatan warga, baik untuk pengajian, rapat maupun kegiatan keagamaan lainnya. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan perjuangan beliau,” ungkap Badrun di hadapan warga yang hadir.

Bagi warga Cipta Asri, gedung serbaguna menjadi bukti bahwa aspirasi yang disampaikan melalui jalur yang tepat dapat benar-benar diwujudkan. Karena itu, mereka meyakini komunikasi yang baik antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dipelihara.

BACA JUGA:  Muhammad Syafei Komit Dukung Pendidikan, Bantu Renovasi SDN 018 Sagulung

Menurut Badrun, pembangunan lingkungan tidak lahir begitu saja. Di balik setiap fasilitas yang berdiri, ada proses panjang mulai dari penyusunan usulan, pengawalan, hingga perjuangan dalam penganggaran.

“Kalau tidak ada advokasi dari anggota dewan, tentu akan sulit karena anggaran pemerintah terbatas. Kami berharap silaturahmi dan kolaborasi ini terus terjalin sehingga pembangunan di lingkungan kami dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Keberhasilan menghadirkan gedung serbaguna ternyata tidak membuat warga berhenti bermimpi. Justru dari bangunan yang kini menjadi pusat kegiatan itulah lahir berbagai harapan baru untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

Salah satu aspirasi datang dari Ahmad Yani Ritonga yang mengusulkan semenisasi jalan penghubung Blok E dan Blok F sepanjang sekitar 135 meter dengan lebar empat meter. Menurutnya, kondisi jalan yang kerap tergenang air telah lama menjadi keluhan warga. Saat kendaraan melintas, cipratan air bahkan sering mengenai halaman rumah penduduk.

Selain semenisasi jalan, warga juga mengusulkan bantuan sarana untuk majelis taklim berupa speaker aktif dan kipas angin, penempatan bin container guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, peningkatan layanan air bersih, dukungan bagi pelaku UMKM, hingga penjelasan mengenai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

BACA JUGA:  BP Batam Pastikan Suplai Air Tetap Optimal, Kondisi 3 Waduk Jadi Atensi Serius

Muhammad Syafei yang hadir bersama istrinya, Juwita Purnamasari selaku Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) PKS Kota Batam, menyimak satu per satu aspirasi yang disampaikan. Bahkan, proposal semenisasi jalan langsung diterimanya sebagai bentuk komitmen untuk mengawal usulan tersebut.

Syafei menjelaskan, seluruh aspirasi warga telah dicatat dan akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Batam. Khusus mengenai pengelolaan sampah, ia mengungkapkan bahwa DPRD saat ini tengah membahas kebijakan persampahan, termasuk mendorong penempatan bin container di kawasan permukiman agar proses pengangkutan sampah menjadi lebih efektif.

Sementara persoalan layanan air bersih, menurutnya, akan diteruskan kepada komisi yang membidangi infrastruktur dan utilitas agar dapat dibahas bersama instansi terkait.

Bagi Syafei, reses bukan sekadar agenda konstitusional, melainkan ruang untuk memastikan setiap pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus menyerap kebutuhan baru yang muncul seiring berkembangnya lingkungan.

BACA JUGA:  Dari Lahan Bakau Menuju Harapan Baru, Warga Kavling Kamboja Titip Aspirasi kepada Muhammad Syafei

“Melalui reses ini kami ingin mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami catat, kami bawa dalam pembahasan di DPRD, dan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Syafei mengajak warga terus menjaga semangat gotong royong dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari berdirinya sebuah gedung atau jalan yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya karena pemerintah atau anggota dewan, tetapi juga karena masyarakat yang kompak dalam menyusun prioritas dan menjaga hasil pembangunan. Jika kebersamaan ini terus terpelihara, insya Allah pembangunan di lingkungan akan semakin baik,” tutupnya.

Gedung serbaguna di Cipta Asri kini bukan lagi sekadar bangunan. Ia menjadi saksi bahwa ketika aspirasi warga diperjuangkan dan kolaborasi terus dijaga, pembangunan tidak berhenti pada satu pencapaian. Dari tempat itulah harapan-harapan baru kembali lahir untuk mewujudkan lingkungan yang semakin nyaman, tertata, dan sejahtera.***