Batam  

Dari Lahan Bakau Menuju Harapan Baru, Warga Kavling Kamboja Titip Aspirasi kepada Muhammad Syafei

KILAS BATAM – Tawa anak-anak masih sering terdengar di hamparan lahan bakau di Kavling Kamboja RT 07/RW 15, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Bukan karena tempat itu memang dirancang sebagai ruang bermain, melainkan karena hingga kini lingkungan tersebut belum memiliki fasilitas umum yang layak.

Di sanalah anak-anak berlarian, sementara para orang tua hanya bisa berharap suatu saat kawasan mereka memiliki ruang bersama yang aman dan nyaman. Harapan itulah yang mengemuka saat Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PKS, Muhammad Syafei, menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026, Kamis (30/7/2026).

Reses yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang selama ini mereka rasakan. Muhammad Syafei hadir bersama sang istri, Juwita Purnamasari, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPD PKS Kota Batam. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung.

Satu per satu warga menyampaikan harapan mereka. Mulai dari pembangunan fasilitas umum, perbaikan drainase, hingga penambahan lampu penerangan jalan yang dinilai sangat dibutuhkan demi kenyamanan dan keselamatan lingkungan.

BACA JUGA:  Pimpin Rakor Pemutakhiran Data Kependudukan, Wawako Li Claudia: Data Akurat Bantuan Tepat

Ketua RW 15, Agus Waluyo, mengapresiasi kehadiran Muhammad Syafei yang dinilainya konsisten hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan persoalan secara langsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Muhammad Syafei yang telah melaksanakan reses di lingkungan kami. Kehadiran beliau merupakan bentuk kepedulian untuk menjemput langsung aspirasi masyarakat sehingga berbagai kebutuhan pembangunan dapat diketahui secara nyata,” ujarnya.

Bagi Ketua RT 07, Rusma, keberadaan fasilitas umum bukan sekadar pelengkap sebuah kawasan permukiman. Lebih dari itu, fasum menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak sekaligus tempat warga mempererat kebersamaan.

“Saat ini kami belum memiliki fasum. Anak-anak dan warga masih memanfaatkan lahan bakau sebagai tempat bermain dan berkegiatan. Selain itu, kami juga berharap adanya pembangunan drainase dan penambahan penerangan jalan,” ungkapnya.

Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Syafei menegaskan bahwa tugas seorang anggota DPRD bukan hanya hadir dalam forum resmi, tetapi juga mendengar langsung suara masyarakat.

BACA JUGA:  Perkuat Kebersamaan Warga, Muhammad Syafei Salurkan Bantuan di Cluster Jasmine

“Kami ini pelayan rakyat, sedangkan masyarakat adalah majikan kami. Karena itu kami datang langsung untuk mendengar keluhan dan kebutuhan masyarakat, baik pembangunan infrastruktur maupun program nonfisik, agar dapat kami perjuangkan di DPRD,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Batam yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam itu.

Syafei menjelaskan bahwa setiap usulan masyarakat memiliki jalur untuk diperjuangkan, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), forum perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, maupun melalui agenda reses anggota DPRD. Seluruh aspirasi yang diterima, katanya, akan dikawal melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar dapat masuk dalam program pembangunan Pemerintah Kota Batam sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Tak hanya berbicara soal pembangunan fisik, reses malam itu juga diwarnai kepedulian terhadap pembinaan masyarakat. Muhammad Syafei menyerahkan bantuan berupa baju gamis untuk tim hadrah Kavling Kamboja RW 15. Sementara bantuan perlengkapan alat hadrah akan diserahkan melalui silaturahmi warga ke kediamannya di Perumahan Bumi Sakinah, Kelurahan Tembesi.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Ziarah Makam Zuriah Nong Isa, Awali Rangkaian HJB ke-196

Bantuan tersebut diharapkan semakin menguatkan aktivitas majelis taklim, mendukung syiar Islam, sekaligus menumbuhkan semangat ibu-ibu dalam melestarikan seni hadrah di lingkungan mereka.

Bagi Syafei, pembangunan sebuah kawasan tidak hanya diukur dari jalan yang mulus atau drainase yang baik, tetapi juga dari tumbuhnya kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis.

“Melalui kegiatan reses ini, kami berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin dengan baik sehingga setiap aspirasi dapat dikawal hingga terealisasi demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kavling Kamboja,” tutupnya.

Di penghujung pertemuan, harapan warga pun terasa semakin nyata. Dari sebuah lingkungan yang anak-anaknya masih bermain di tepian bakau, kini tumbuh optimisme bahwa suara mereka telah sampai kepada wakil rakyat yang berjanji mengawalnya hingga menjadi bagian dari pembangunan Kota Batam.***