Batam  

Rihlah Syawal di Tepi Barelang: Hangatnya Kebersamaan Warga Bumi Sakinah

KILAS BATAM – Angin pantai berembus lembut di kawasan Jembatan Empat Barelang, Ahad (12/4/2026).

Di bawah langit cerah bulan Syawal, tawa dan canda warga Perumahan Bumi Sakinah Blok Mekkah RT 01/RW 11, Kelurahan Tembesi, berpadu dalam satu suasana: rihlah dan halal bihalal yang sarat makna kebersamaan.

Sejak pagi, dua bus besar penuh penumpang bergerak membawa warga menuju Pantai Air Nanti.

Tak hanya itu, delapan mobil pribadi turut mengiringi perjalanan, menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan merayakan momen pasca-Ramadhan bersama keluarga.

Di balik terselenggaranya kegiatan ini, ada kolaborasi hangat antara Majelis Taklim Ibu-ibu Blok Mekkah yang dipimpin Eva Yenti dan pengurus RT 01/RW 11 di bawah kepemimpinan Husni.

BACA JUGA:  Atasi Persoalan Air, BP Batam dan PT ABH Tingkatkan Kapasitas Suplai Hingga 850 Liter Per Detik

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, bersama Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Fraksi PKS, Muhammad Syahid Ridho, yang memfasilitasi transportasi bagi warga.

Ketua RT 01, Husni, tak mampu menyembunyikan rasa harunya melihat kebersamaan yang terjalin.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan para donatur yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Suasana semakin hangat ketika Muhammad Syafei menyapa warga dengan gaya khasnya pantun yang mengundang senyum dan tawa.

“Ikan kembung ikan bawal, lebih sedap ikan patin, mumpung masih di bulan Syawal, mohon maaf lahir dan batin.”

BACA JUGA:  Muhammad Syafei Ajak Warga Urus KTP Batam demi Akses Layanan Kesehatan Gratis

Pantun tersebut disambut tepuk tangan meriah. Tak berhenti di situ, Syafei kembali melanjutkan dengan pantun yang mencairkan suasana, seolah menghapus sekat formalitas antara wakil rakyat dan masyarakat.

“Pohon pinang pohon jati, tumbuhnya di dekat pohon nangka, alangkah rasa senang di hati, bila berjumpa dengan warga Blok Mekkah.”

Ia pun menutup dengan harapan sederhana namun penuh makna:
“Buah durian buah kueni, oleh-oleh dari Pulau Dompak, semoga dengan acara rihlah ini, warga semakin solid dan kompak.”

Di sela kebersamaan itu, Syafei juga menyampaikan salam dari Muhammad Syahid Ridho yang berhalangan hadir karena putrinya sedang sakit. Doa pun mengalir, baik untuk kesembuhan maupun untuk keberkahan seluruh warga yang hadir.

BACA JUGA:  Perkuat Kebersamaan Warga, Muhammad Syafei Salurkan Bantuan di Cluster Jasmine

Menambah kedalaman suasana, tausiyah dari Imam Masjid setempat, Ustadz Syaiful Ulum, mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan.

Pesannya sederhana, namun mengena, bahwa konsistensi dalam kebaikan adalah kunci menjadi hamba yang beruntung.

Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan doa bersama, saling bersalam-salaman, serta makan siang di tepi pantai.

Anak-anak berlarian di pasir, sementara para orang tua bernyanyi ria sambil bergoyang tipis-tipis, menikmati momen yang jarang terulang.

Rihlah ini bukan sekadar perjalanan rekreasi. Ia menjadi ruang temu, tempat hati kembali dirajut, dan bukti bahwa kebersamaan sederhana mampu menghadirkan kebahagiaan yang tak tergantikan.***