Menjaga Kolesterol tak Harus dengan Diet Ketat

Foto: flickr

KILAS BATAM – Menjaga kadar kolesterol tidak selalu berarti harus menjalani pola makan yang ketat dan menghilangkan berbagai makanan dari menu sehari-hari.
Perubahan pola makan secara bertahap, termasuk memperbanyak serat dan mengurangi asupan lemak jenuh, menjadi bagian penting dalam menjaga kadar kolesterol, khususnya kolesterol LDL.

Kolesterol LDL atau low-density lipoprotein kerap disebut sebagai kolesterol “jahat” karena kadar LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itu, pengelolaannya tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan, tetapi pada pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menyebut pengurangan lemak jenuh serta peningkatan konsumsi serat larut sebagai bagian dari perubahan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan LDL. Serat larut antara lain terdapat dalam oat, kacang-kacangan, buah, dan sejumlah sayuran.

Salah satu jenis serat larut yang banyak terdapat pada oat adalah beta-glukan. Serat ini dapat membentuk substansi seperti gel di saluran pencernaan dan membantu mengurangi penyerapan kolesterol dan lemak dari makanan.

BACA JUGA:  Kasus Pneumonia Anak RI Naik 20 Persen Sejak Karhutla, Ini Wanti-wanti IDAI

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencatat adanya hubungan antara konsumsi beta-glukan dari oat atau barley dengan penurunan kadar kolesterol. Klaim kesehatan yang diakui FDA berkaitan dengan konsumsi setidaknya 3 gram beta-glukan per hari sebagai bagian dari pola makan rendah lemak jenuh dan kolesterol.

Meski demikian, konsumsi oat bukan berarti dapat menggantikan keseluruhan pola makan sehat. Jenis makanan yang dikonsumsi bersama oat juga perlu diperhatikan. Oat yang disajikan dengan banyak gula tambahan, krimer tinggi lemak jenuh, atau topping tinggi kalori tentu berbeda dengan oatmeal yang dipadukan dengan buah, kacang, atau sumber protein yang sesuai.

Panduan terbaru American Heart Association (AHA) mengenai pola makan untuk kesehatan jantung juga menekankan pentingnya mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, memilih biji-bijian utuh, sumber protein yang sehat, serta mengganti sumber lemak jenuh dengan lemak tak jenuh. Konsumsi makanan ultra-proses, gula tambahan, dan natrium juga perlu dibatasi.

BACA JUGA:  5 Doa Lancar Usaha, Amalkan agar Rezeki Terus Datang

Menjaga kadar kolesterol juga tidak cukup dilakukan hanya dengan mengubah menu sarapan. Aktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, tidur yang cukup, serta mengendalikan kondisi kesehatan lain seperti diabetes dan tekanan darah turut berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

Salah satu cara sederhana untuk meningkatkan asupan serat adalah menjadikan pangan berbahan biji-bijian utuh sebagai bagian dari menu sehari-hari. Oat dapat menjadi salah satu pilihan untuk sarapan karena mengandung serat, termasuk beta-glukan.

Oat juga relatif fleksibel diolah menjadi berbagai menu, seperti oatmeal hangat atau overnight oats, dan dapat dipadukan dengan buah, kacang, yogurt, atau bahan makanan lain sesuai kebutuhan.

Salah satu produk yang tersedia di pasaran adalah Quaker Oats. Marketing Manager Quaker Indonesia Shiera Maulidya mengatakan kebiasaan menjaga kesehatan dapat dimulai dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. “Kunci dari pola hidup sehat adalah konsistensi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Salah, Ini Perbedaan Sunscreen dan Sunblock

Namun, menjaga kolesterol pada akhirnya bukan persoalan memilih satu makanan tertentu. Yang lebih penting adalah membangun pola makan yang secara keseluruhan lebih kaya serat, sayur, buah, biji-bijian utuh dan lemak sehat, sembari mengurangi asupan lemak jenuh dan makanan ultra-proses.

Dengan demikian, sarapan dapat menjadi salah satu titik awal membangun kebiasaan makan yang lebih sehat, tetapi tetap perlu diikuti perubahan gaya hidup secara menyeluruh.

Oat tergolong praktis karena dapat dimasak dalam waktu singkat dan mudah dikreasikan menjadi berbagai pilihan menu sarapan. Mulai dari oatmeal hangat, overnight oats, hingga dipadukan dengan buah, susu, yogurt, atau topping sehat lainnya. Termasuk dapat menjadi pilihan sarapan yang fleksibel untuk mendukung kebiasaan makan sehat setiap hari. (republika)