Kylian Mbappe Kritik Meme Dirinya sebagai Diktator
KILAS BATAM – Kylian Mbappe mengkritik meme viral yang menggambarkan dirinya sebagai seorang diktator. Penyerang Real Madrid itu menilai tren tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan di kalangan sebagian orang.
Meme tersebut menampilkan Mbappe mengenakan seragam militer, tetapi asal-usulnya hingga kini tidak diketahui. Meme itu diduga berkaitan dengan sejumlah hal, termasuk keputusan Mbappe menggugat pemilik toko kebab pada 2024 karena menggunakan namanya dalam deskripsi sebuah sandwich.
Ada pula spekulasi bahwa meme tersebut merujuk pada besarnya pengaruh Mbappe di Real Madrid dan klub sebelumnya, Paris Saint-Germain. Mbappe mengaku memahami sisi humor dari meme tersebut, tetapi tetap merasa ada bagian yang tidak pantas untuk dijadikan bahan candaan.
Selain membahas meme tersebut, Mbappe juga menanggapi julukan Mobutu yang diberikan Ousmane Dembele kepadanya. Julukan itu merujuk kepada Mobutu Sese Seko, diktator yang memimpin Republik Demokratik Kongo, yang sempat berganti nama menjadi Zaire, pada 1965 hingga 1997.
Kylian Mbappe Kritik Meme Dirinya sebagai Diktator
Mbappe mengakui meme yang menggambarkan dirinya sebagai diktator memiliki sisi lucu karena dibuat dalam konteks bercanda. Namun, ia merasa perbandingan tersebut juga menyentuh persoalan serius mengingat sosok-sosok diktator dalam sejarah telah menyebabkan penderitaan bagi banyak orang.
Penyerang berusia 27 tahun itu menilai dirinya tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat disamakan dengan orang-orang yang melakukan pembunuhan atau menyebabkan penderitaan dalam jumlah besar. Karena itu, Mbappe melihat meme tersebut sebagai campuran antara humor dan persoalan yang menurutnya perlu disikapi dengan lebih serius.
“Sebagian memang lucu karena Anda merasa bahwa bagi sebagian orang, ini semua hanya untuk bersenang-senang. Tetapi ada juga bagian yang tidak terlalu lucu, karena kita tahu kerusakan yang telah ditimbulkan orang-orang seperti ini sepanjang sejarah,” kata Mbappe.
“Dibandingkan dengan orang-orang yang membunuh orang lain, atau yang telah menyebabkan penderitaan bagi jutaan dan jutaan orang… Saya rasa saya tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu dalam hidup saya. Jadi, ada campuran dari berbagai hal,” lanjut Mbappe.***












