KILAS BATAM – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan pasien terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara RSUD Kota Tanjungpinang dan Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang tentang Pelayanan Kerohanian bagi pasien dan masyarakat di lingkungan rumah sakit, Kamis (25/6/2026).
Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Plt Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Dedy Arman, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan mental, spiritual, dan psikologis pasien selama menjalani proses perawatan.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan publik yang humanis dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap pasien memperoleh haknya untuk mendapatkan pendampingan kerohanian sesuai kebutuhan selama berada di rumah sakit.
Pelayanan Kesehatan yang Menyentuh Aspek Jasmani dan Rohani
Dalam sambutannya, Plt Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Dedy Arman, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Agama Kota Tanjungpinang yang selama ini telah konsisten memberikan pelayanan penyuluhan dan pembinaan keagamaan kepada pasien maupun keluarga pasien di lingkungan RSUD.
Menurutnya, keberadaan para penyuluh agama memberikan kontribusi nyata dalam membantu pasien menghadapi masa-masa sulit selama menjalani pengobatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang beserta seluruh jajaran, khususnya para penyuluh agama yang selama ini tetap konsisten melaksanakan tugas penyuluhan di RSUD Kota Tanjungpinang. Kehadiran para penyuluh sangat membantu memberikan pemahaman kepada pasien mengenai kewajiban beribadah, termasuk pelaksanaan salat meskipun dalam kondisi sakit,” ujar Dedy.
Ia pun berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat dan dikembangkan melalui berbagai inovasi pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Semoga sinergi yang telah terbangun ini terus berkelanjutan. Kami juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Kementerian Agama untuk menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan keagamaan bagi masyarakat,” tambahnya.
Dedy juga menegaskan bahwa RSUD Kota Tanjungpinang berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang paripurna dengan mengedepankan keselamatan pasien, kenyamanan layanan, serta pendekatan yang menyentuh aspek kemanusiaan secara menyeluruh.
Bimbingan Rohani Menjadi Bagian Penting Proses Penyembuhan
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan spiritual seseorang. Menurutnya, manusia terdiri atas unsur jasmani dan rohani yang keduanya harus mendapat perhatian secara seimbang.
“Hari ini kita bersyukur dapat melaksanakan penandatanganan MoU sebagai bentuk kerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelayanan bimbingan rohani. Dalam diri manusia terdapat jasad dan roh yang keduanya harus berjalan beriringan. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak hanya menyentuh aspek fisik tetapi juga aspek spiritual,” ungkap Erizal.
Ia menjelaskan bahwa sakit merupakan bagian dari ujian kehidupan yang membutuhkan ketabahan, kesabaran, serta penguatan mental dan spiritual. Dalam kondisi tersebut, kehadiran penyuluh agama menjadi sangat penting untuk memberikan motivasi, ketenangan, dan penguatan batin kepada pasien.
“Tugas para penyuluh adalah memberikan pemahaman, pendampingan, dan sugesti positif kepada pasien agar tetap optimis menjalani proses pengobatan. Melalui bimbingan rohani, pasien diharapkan memiliki ketenangan hati dan semangat untuk sembuh,” jelasnya.
Menurut Erizal, pelayanan kerohanian tidak hanya ditujukan kepada pasien beragama Islam, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual seluruh pasien sesuai agama dan keyakinan masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak pasien.
Wujud Nyata Kemenag Berdampak
Dalam kesempatan tersebut, Erizal juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh agama yang selama ini aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai institusi dan lembaga, termasuk rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, pengadilan, kejaksaan, hingga satuan militer.
Ia menilai dedikasi para penyuluh merupakan implementasi nyata program “Kemenag Berdampak” yang menekankan kehadiran Kementerian Agama secara langsung di tengah masyarakat.
“Para penyuluh agama harus terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan intelektualitasnya. Kehadiran mereka di rumah sakit diharapkan mampu membantu proses penyembuhan pasien, memberikan ketenangan batin, serta menghadirkan energi positif bagi pasien maupun tenaga kesehatan,” katanya.
Kepada ketua dan jajaran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tanjungpinang, Erizal berpesan agar terus mengedepankan keikhlasan dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
“Bekerjalah dengan ikhlas. Setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Kehadiran para penyuluh harus menjadi sumber manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” pesannya.
Kerja Sama Berlaku Tiga Tahun
Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani, kerja sama pelayanan kerohanian ini akan berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan layanan bimbingan dan pendampingan kerohanian bagi pasien di RSUD Kota Tanjungpinang. Pelayanan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi antara pihak rumah sakit dan Kementerian Agama Kota Tanjungpinang dengan melibatkan para penyuluh agama sebagai tenaga pendamping spiritual.
Pelaksanaan layanan dilakukan tanpa membebankan biaya kepada pasien maupun kedua institusi, sebagai bentuk komitmen pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
Hadirkan Layanan Kesehatan yang Lebih Humanis
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kolaborasi lintas sektor antara bidang kesehatan dan keagamaan di Kota Tanjungpinang. Melalui sinergi tersebut, diharapkan terwujud pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada kesembuhan fisik tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan spiritual pasien.
Dengan hadirnya pelayanan kerohanian yang terstruktur dan berkelanjutan, RSUD Kota Tanjungpinang dan Kementerian Agama Kota Tanjungpinang optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat.***












