KILAS BATAM – Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, menghadiri kegiatan tasyakuran di SD Negeri 018 Sagulung, Selasa (28/4/2026).
Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Syafei turut membantu perbaikan fasilitas sekolah, khususnya pada bagian plafon ruang kelas.
Ia menyampaikan bahwa plafon yang sebelumnya menggunakan material gipsum kini telah diganti dengan bahan PVC agar lebih kuat dan tahan lama.
“Perbaikan ini diharapkan dapat membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman bagi siswa dan guru,” ujar Syafei.
Menariknya, dalam sambutannya Syafei juga menyampaikan pantun yang disambut hangat oleh para hadirin:
Pohon pinang pohon jati,
Tumbuh di dekat pohon kapas,
Alangkah senang rasa di hati,
Bila silaturahmi di SDN 018.
Memang enak kue klepon,
Dimakan bersama di dalam taman,
Semoga dengan perbaikan atap dan plafon,
Proses belajar mengajar semakin nyaman.
Syafei juga mengapresiasi kekompakan seluruh unsur sekolah dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi antusiasme dan kekompakan kepala sekolah, guru, komite, orang tua, hingga para murid sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap SDN 018 Sagulung bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, melalui aspirasi yang diperjuangkan, telah dilakukan pembangunan paving block di lapangan sekolah.
“Sekitar dua tahun lalu kita juga membantu pembangunan paving block lapangan sekolah. Alhamdulillah sekarang tidak becek lagi saat hujan dan bisa digunakan untuk kegiatan upacara maupun aktivitas lainnya,” jelasnya.
Selain itu, Syafei menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan sekolah.
Menurutnya, melalui dana pokok pikiran (pokir) DPRD, berbagai kebutuhan dasar seperti perbaikan infrastruktur pendidikan dapat diakomodasi.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Batam telah mengalokasikan anggaran pendidikan melebihi batas minimal yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dari total APBD Kota Batam sebesar Rp4,2 triliun, sekitar Rp1,1 triliun atau lebih dari 26 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Anggaran tersebut mencakup berbagai program, di antaranya penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta pembangunan dan perbaikan fisik sekolah.
Dalam dialog bersama pihak sekolah dan orang tua siswa, Syafei juga menerima sejumlah usulan tambahan, seperti perbaikan atap dan lantai sekolah.
Ia memastikan aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada.
“Kami akan terus mengawal dan mendorong agar kebutuhan sekolah bisa terpenuhi secara bertahap,” katanya.
Kegiatan tasyakuran ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh pihak Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Sekcam, Lurah Tembesi, komite, orang tua siswa, serta unsur masyarakat setempat.***












