Batam  

Jamin Kesehatan Pangan, Karantina Kepri Bersinergi Dalam Periksa Hewan Kurban

BATAM – Dalam rangka memberikan jaminan kesehatan dan keamanan pangan khususnya pada hewan kurban. Karantina Kepulauan Riau (Kepri) diwakili oleh Dokter Hewan Karantina dan CASN Karantina Kepri melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban (sapi dan kambing) di tiga titik mesjid yang ada di wilayah Batam yaitu Masjid Agung Batam Center, Masjid Bukit Indah Sukajadi dan Masjid Darussalam KDA Batam Center, Jumat (6/6/2025)

BACA JUGA:  Ditolak Tim Penjaringan di Batam, Amsakar Achmad Putuskan Daftar Calon Wali Kota Langsung ke DPP Nasdem

Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat sebelum disembelih, sedangkan postmortem untuk memastikan daging serta organ dalam hewan kurban bebas hama penyakit hewan karantina (HPHK) sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.

“Pemeriksaan ini untuk jaminan kesehatan di border dan dipastikan hewan kurban yang di sembelih benar-benar terjamin kesehatannya mulai dari daging hingga bagian organ dalam hewan kurban kami lakukan pemeriksaan. Tak lupa pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban yang masuk ke wilayah Kepri hingga monitoring di instalasi hewan kami lakukan secara ketat,” ujar Herwintarti Kepala Karantina Kepri

BACA JUGA:  Siaga Pengawasan di Hari Libur Cuti Bersama, Karantina Kepri Bersama BKSDA Berhasil Selamatkan 1.200 Burung Pipit

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat Batam khususnya dapat menjalankan ibadah kurban dengan rasa aman dan tenang dengan mengkurbankan hewan yang telah memenuhi standar kesehatan hewan sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Diskon Biaya Tambah Daya Rumah Tangga hingga 99% dan Gratis Biaya Tambah Daya Rumah Ibadah

Giat bersama ini dilakukan sebagai komitmen bersama dalam sinergitas antar instansi sektoral. Karantina Kepri bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, masyarakat dan media secara aktif mendukung suksesnya penyelenggaraan kurban tahun 2025 serta perluasan informasi perkarantinaan di border.***