KILAS BATAM – Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei kembali menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Perumahan Buana Impian Tahap 1, Kelurahan Tembesi, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC PKS Kota Batam, Eko Indra Wahyudi, Ketua DPRa PKS Tembesi, Buya Shulhi, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam sambutannya, Ketua RT 02 Perumahan Buana Impian Tahap 1, Zulkifli, menyampaikan bahwa kegiatan reses sangat dinantikan warga sebagai wadah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Reses ini sangat kami tunggu, karena di sinilah warga bisa menyampaikan berbagai aspirasi, baik terkait kendala maupun usulan pembangunan di lingkungan kami,” ujarnya.
Ia berharap seluruh usulan yang disampaikan masyarakat dapat diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD agar bisa direalisasikan dalam program pembangunan daerah.
Selain itu, Zulkifli juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda wilayahnya, khususnya di Blok G. Menurutnya, banjir mulai terjadi setelah aliran air dari area sekolah yang sebelumnya terdampak dialihkan, sehingga limpasan air kini mengarah ke kawasan Blok G.
“Awalnya yang sering banjir itu di area sekolah. Setelah alirannya ditutup, semua air justru lari ke Blok G, termasuk ke wilayah kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi serupa sebelumnya juga terjadi di Blok Y, meskipun kini sudah mulai berkurang. Namun, dampak limpasan air masih dirasakan warga, terutama saat hujan deras.
Zulkifli mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan laporan lengkap kepada anggota dewan, termasuk dokumentasi video sebagai bukti kondisi di lapangan.
“Di samping rumah saya, kalau hujan deras air langsung meluap. Bahkan tengah malam air bisa masuk ke rumah warga, ini sangat mengganggu,” katanya.
Untuk itu, warga mengusulkan pembangunan drainase atau saluran air permanen sebagai solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan banjir tersebut.
Warga berharap, melalui reses ini, aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga persoalan banjir yang selama ini terjadi tidak terus berulang.
“Harapan kami, bisa dibuatkan drainase U-60 sepanjang 200 meter, agar air langsung mengalir ke parit induk dan tidak lagi melintasi jalan maupun masuk ke rumah warga,” katanya.
Menanggapi itu, Muhammad Syafei menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan agenda rutin anggota dewan untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna menyerap aspirasi warga.
“Dalam satu tahun ada tiga masa reses. Setiap masa reses kami turun ke enam titik. Artinya, dalam setahun ada 18 kali kami turun secara resmi ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, di luar kegiatan resmi tersebut, dirinya juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti gotong royong, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Syafei juga memaparkan luasnya wilayah Kecamatan Sagulung yang memiliki sekitar 747 RT dan RW yang tersebar di enam kelurahan. Dengan jumlah tersebut, tidak semua wilayah dapat dikunjungi secara langsung setiap tahunnya.
“Artinya, ketika suatu perumahan dikunjungi dalam agenda reses, itu menjadi prioritas dan perhatian kami untuk diperjuangkan pembangunannya, termasuk usulan pembangunah drainase U60 x 200m yang disampaikan pada reses malam ini, jelasnya.
Lebih lanjut, Syafei menerangkan mekanisme pengajuan pembangunan melalui aspirasi masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa reses menjadi salah satu pintu utama untuk menyerap usulan warga yang kemudian akan dirumuskan menjadi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Usulan dari masyarakat kami rekap, kemudian dibahas dalam rapat paripurna dan dimasukkan ke dalam sistem perencanaan daerah (SIPD). Setelah itu dibahas bersama OPD terkait hingga akhirnya bisa dianggarkan,” katanya.***












