KILAS BATAM – Pengurus Asosiasi Pramuwisata Madani (APM) resmi dilantik di AP Premier Batam, Jalan Duyung, Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kamis (13/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi APM untuk memperkuat profesionalisme pramuwisata sekaligus mendorong peran mereka dalam memajukan sektor pariwisata serta memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Melayu kepada wisatawan.
Pengurus APM dilantik oleh Ketua Pembina APM sekaligus Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, YM H. Raja Muhammad Amin.
Dalam sambutannya, Ketua APM Rohaizat mengatakan pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi awal dari amanah untuk membangun kolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Jabatan ini bukanlah sebuah kebanggaan semata, tetapi amanah dan tanggung jawab yang harus kita jalankan bersama,” ujar Rohaizat.
Menurut Rohaizat, APM hadir bukan hanya sebagai wadah bagi para pramuwisata, tetapi juga membawa misi untuk mengangkat, memperkenalkan, menjaga, dan melestarikan kebudayaan Melayu.
Ia menilai Batam memiliki potensi pariwisata yang sangat beragam. Selain wisata alam, MICE, hiburan, belanja, dan kuliner, Batam juga memiliki sejarah panjang serta warisan budaya Melayu yang perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada wisatawan.
Karena itu, APM mendorong pramuwisata agar tidak hanya berperan sebagai pemandu perjalanan, tetapi juga menjadi pemandu sejarah, budaya, dan peradaban Melayu.
“Setiap wisatawan yang datang ke Batam dan Kepulauan Riau harus pulang membawa cerita bahwa mereka telah mengenal Melayu, sejarahnya, budayanya, adatnya, dan nilai-nilai luhurnya,” katanya.
Dorong Generasi Muda Ambil Peran
Rohaizat juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam perkembangan industri pariwisata.
Ia berharap anak-anak muda Batam dan Kepri tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi memiliki kesempatan untuk mengambil peran sebagai pramuwisata, tour leader, pelaku ekonomi kreatif, pengusaha pariwisata, pengelola destinasi, maupun profesi lainnya.
“Kita ingin pariwisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, APM akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, hotel, restoran, komunitas budaya, pelaku UMKM, tokoh adat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Rohaizat berharap kepengurusan APM yang baru dilantik dapat menjalankan organisasi secara profesional, kompeten, beretika, dan berbudaya.
“Melestarikan budaya, mengenalkan sejarah, memajukan pariwisata, dan membuka peluang bagi generasi Melayu dan anak muda Batam,” katanya.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota APM bersama-sama menjalankan amanah tersebut melalui kerja nyata dan semangat kolaborasi.
“Semoga Asosiasi Pramuwisata Madani menjadi wadah yang membawa kemajuan bagi pariwisata, menjaga warisan budaya Melayu, serta membuka jalan bagi masa depan generasi muda di Kota Batam dan Kepulauan Riau,” pungkasnya.
Dihadiri Tokoh dan Pelaku Pariwisata
Pelantikan pengurus APM turut dihadiri sejumlah tokoh, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan sektor pariwisata dan kebudayaan di Batam dan Kepri.
Hadir Ketua Umum LAM Provinsi Kepri dan Kota Batam sekaligus Ketua Pembina APM, YM H. Raja Muhammad Amin; Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Muhammad Syafei, ST., MM.; serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam sekaligus Dewan Pembina APM, Drs. Ardiwinata.
Turut hadir Dewan Pembina APM Syamsuddin Ja’far, para Ketua LAM di 12 kecamatan se-Kota Batam yang juga menjadi Dewan Pembina APM, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Dewan Pengawas sekaligus Dewan Pendiri APM, di antaranya Tatik Marnikowati selaku Ketua IPI Provinsi Kepri dan Justitia Primadonna Ghazaly, Amd., Akt. selaku Ketua ASPPI Provinsi Kepri.
Sejumlah pemilik travel agent juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pelaku usaha perjalanan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara pramuwisata dan industri pariwisata.
Selain itu, hadir Antoni selaku Asisten Manager Bank Indonesia, Bambang Soeprino selaku Duty Manager BIB Bandara Hang Nadim, serta Kharisma Rukmana yang mewakili Pimpinan Imigrasi Batam.
Perwakilan dan pengurus organisasi pariwisata, panitia pelantikan, para sponsor, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya juga turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, YM H. Raja Muhammad Amin juga menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya peran pramuwisata dalam memperkenalkan identitas dan kebudayaan Melayu kepada wisatawan.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi APM dalam memperkuat profesionalisme pramuwisata sekaligus menjadikan sektor pariwisata sebagai ruang untuk memperkenalkan identitas, sejarah, dan kekayaan budaya Melayu kepada wisatawan yang berkunjung ke Batam dan Kepri.***












