Batam  

Batam Investment Forum 2025: Dorong Optimisme dan Reformasi Iklim Investasi

BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa Kota Batam sebagai kawasan investasi strategis harus terus menumbuhkan optimisme dan memperkuat daya saing.

Hal ini disampaikannya saat membuka Batam Investment Forum 2025, yang digelar berkolaborasi bersama BP Batam, Bisnis Indonesia, dan Himpunan Kawasan Industri (HKI), melalui inisiatif Deputi Bidang Investasi.

“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa berkumpul dalam forum yang sangat penting,” ujar Amsakar di Ruang Balairung Sari Kantor BP Batam, Lantai 3, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, forum ini bukan hanya sebagai media menyampaikan arah kebijakan baru dari pemerintah kepada pelaku usaha, tetapi juga ruang bertukar gagasan antara sesama pelaku bisnis. Ia berharap pertemuan semacam ini mampu melahirkan benang merah yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan BP Batam ke depan.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Hadiri Peresmian Bays 5 dan 6 PT. Karti Yasa Sarana - Cameron SLB Batu Ampar

Dalam forum tersebut, Amsakar menyampaikan bahwa ada tiga alasan utama untuk tetap optimis terhadap masa depan Batam. Pertama, secara historis dan geografis, Batam memang ditakdirkan sebagai kawasan investasi. “Kita harus percaya diri, optimis melihat ke depan,” tegasnya.

Kedua, optimisme ini diperkuat oleh sejumlah indikator makroekonomi yang terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, neraca perdagangan, dan angka kunjungan wisatawan semuanya terus membaik dari tahun ke tahun.

BACA JUGA:  Realisasi Investasi Batam Kado Hari Bakti BP Batam ke-54 Tahun, Beraksi Tanpa Basa Basi

Ketiga, Batam memiliki ekosistem pendukung yang solid. Terdapat 31 kawasan industri, 135 industri shipyard, empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan tiga Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Ini adalah potensi besar yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Namun, Amsakar juga mengingatkan bahwa Batam tidak boleh hanya puas dengan capaian nasional. Ia mengajak semua pihak berpikir lebih luas menembus batas regional dan internasional.

Menurutnya, Batam perlu membangun jejaring baru dengan negara-negara sahabat, serta mengantisipasi tantangan-tantangan seperti kebijakan tarif lokal 19 persen yang bisa berdampak pada kelangsungan investasi.

BACA JUGA:  BP Batam Apresiasi Keberhasilan PT Mc Dermott Bawa Proyek Baru ke Kota Batam

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian BP Batam saat ini adalah penyederhanaan perizinan. Amsakar menyebut bahwa waktu pengurusan izin yang dulunya bisa mencapai enam bulan, kini dipangkas menjadi kurang dari 60 hari.

“Kita terus lakukan pembenahan. Salah satu contohnya, kemarin kita sudah menutup kebijakan fatwa planologi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai persyaratan yang sebelumnya dianggap rumit dan berbelit kini disimplifikasi agar proses menjadi lebih efisien dan ramah bagi investor.

Dengan semangat kolaborasi dan pembenahan internal, Amsakar berharap Batam terus menjadi kawasan unggulan yang kompetitif di mata dunia.***