Rudi-Rafiq Akan Dirikan Pesantren Modern di Penyengat, Huzrin Langsung Wakafkan Tanah

TANJUNGPINANG – Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, H Muhammad Rudi (HMR), melanjutkan kampanye dialogis untuk menyerap aspirasi masyarakat Pulau Penyengat, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Minggu (10/11/2024.

Dalam kesempatan ini, HMR didampingi calon Wakil Gubernur H Aunur Rafiq, memaparkan beberapa langkah strategisnya di hadapan masyarakat dan warga Penyengat yang hadir.

“Niat saya dan Pak Rafiq ingin membangun seluruh kabupaten/kota secara merata. Ini bertujuan agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi di beberapa daerah,” sambut HMR.

BACA JUGA:  BP Batam Sayangkan Tindakan Agresif Oknum Warga Rempang

Calon gubernur nomor urut 2 ini menjelaskan, salah satu prioritas utamanya saat menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kepri nanti adalah, memberikan perhatian lebih kepada pembangunan infrastruktur dasar di seluruh daerah.

“Di Penyengat ini nanti niat kami akan bangun pesantren moderen, agar wisata islami menjadi ciri khas sendiri Pulau Penyengat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Rakor Pengendalian Inflasi November 2024, TPID Batam Tingkatkan Pemantauan Inflasi Akhir Tahun

Niat baik ini langsung di sambut Datok Huzrin Hood, yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk pembangunan pesantren yang diniatkan Rudi-Rafiq.

Bukan tanpa alasan, pria kelahiran Kota Tanjungpinang 61 tahun silam tersebut, meyakini jika infrastruktur menjadi faktor penting dalam peningkatan aksesibilitas suatu daerah.

Sehingga, kesiapan pengembangan Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan bisa lebih maksimal.

BACA JUGA:  Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang Minta Jamaah Haji Jaga Kesehatan dan Banyak Berdoa Selama di Tanah Suci

Apalagi setiap kabupaten/kota memiliki potensi yang luar biasa, dalam menarik kunjungan wisatawan terutama pulau penyengat ini, wisata Religi dan islami ini aset Tanjungpinang harus di benahi.

“Tata kelola daerahnya harus lebih baik sehingga ekonomi bisa bangkit. Seperti yang selalu saya sampaikan, pembangunan itu harus tetap sasaran. Jangan kita membangun sesuatu tanpa mengkaji lebuh dulu tujuannya,” terangnya.***