Batam  

Majelis Taklim Perdana IKA POLSRI Kepri: Hangatnya Silaturahmi Menyongsong Dzulhijjah

KILAS BATAM – Suasana hangat terasa di sebuah rumah di Perumahan Bumi Sakinah, Tembesi, Sagulung, Minggu (26/4/2026). Tawa, sapa, dan raut bahagia para alumni berpadu dalam satu majelis yang tak sekadar pertemuan biasa. Di sanalah, Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya (IKA POLSRI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar majelis taklim perdana, sebuah langkah awal merajut kembali kedekatan yang sempat terpisah oleh waktu dan kesibukan.

Di rumah Ketua IKA POLSRI Kepri, Muhammad Syafei, para alumni berkumpul dalam nuansa kekeluargaan. Tak ada sekat formalitas yang kaku, yang ada justru keakraban yang mengalir alami. Syafei pun membuka acara dengan cara yang sederhana namun membekas: pantun.

“Petang-petang menjaring ikan,
Dapat pula ikan tenggiri,
Selamat datang kami ucapkan,
Kepada keluarga besar alumni IKA POLSRI Kepri.”

Pantun itu disambut senyum dan tepuk tangan ringan. Suasana pun mencair. Ia melanjutkan dengan pantun berikutnya, menegaskan rasa bahagia bisa kembali bersua dalam ikatan alumni yang sama.

BACA JUGA:  Terbukti Kinerjanya, Rudi Akan Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Kepri

Pohon pinang pohon jati,
Tumbuh di samping pohon ceri,
Alangkah senang rasa di hati,
Bisa bersilaturahmi dengan alumni IKA POLSRI Kepri.

Tak berhenti di situ, satu pantun khusus dipersembahkan untuk penceramah yang hadir, mengundang antusias peserta untuk menyimak tausiyah yang akan disampaikan.

Duduk di pelabuhan pemandangan indah,
Nampak nelayan memancing cumi,
Mari sambut keagungan Bulan Dzulhijjah,
Bersama Ustadz Irwandi Al Busthomi.

Bagi Syafei, majelis taklim ini bukan sekadar agenda rutin. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk menguatkan silaturahmi, mempererat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan yang kian dinamis.

“Semoga ini menjadi jalan keberkahan bagi kita semua, memperkuat kepedulian dan rasa kebersamaan antaralumni,” ujarnya dengan penuh harap.

Momentum majelis perdana ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya Ustadz Irwandi Al Busthomi. Sosok yang telah menempuh pendidikan selama 12 tahun di Mesir itu menyampaikan tausiyah tentang keutamaan bulan Dzulhijjah—bulan yang sarat makna bagi umat Islam.

BACA JUGA:  Pengusaha Dukung Kenaikan Tarif Listrik, PLN Batam Komitmen Jaga Mutu Pelayanan dan Pasokan Listrik

Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat mulia. Amal ibadah pada hari-hari tersebut memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

Ia mengajak para jamaah untuk memanfaatkan momentum itu dengan memperbanyak taubat dan istighfar, menjalankan puasa sunnah, termasuk puasa Arafah, serta menunaikan ibadah kurban bagi yang mampu.

Namun, lebih dari sekadar ritual, ia menekankan makna di balik ibadah kurban.

“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi bagaimana kita belajar ikhlas, mendekatkan diri kepada Allah, dan berbagi dengan sesama,” tuturnya.

Di sudut lain, panitia tampak sigap memastikan acara berjalan lancar. Yunita selaku Ketua Majelis Taklim memandu jalannya kegiatan dengan rapi, sementara dokumentasi diabadikan oleh Ketua Bidang Pelayanan Alumni, Rahmat Doni. Kebersamaan itu terasa semakin lengkap dengan peran para pengurus yang saling bahu-membahu.

Ketua Bidang Sosial dan Rohani, Epan Pratama, pun menyampaikan apresiasi atas antusiasme para alumni. Ia berharap majelis ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni awal, tetapi terus berkembang dengan berbagai masukan dan partisipasi anggota.

BACA JUGA:  Wakil Kepala BP Batam Simak Paparan Business Plan Calon Investor

Majelis taklim ini dirancang menjadi kegiatan rutin bulanan dengan sistem tuan rumah bergiliran. Pertemuan berikutnya telah dijadwalkan pada 24 Mei 2026 di kediaman Ketua Bidang Kemitraan, Suwito Sutejo di Perumahan KDA Batam Centre, menandakan kesinambungan yang ingin dijaga bersama.

Menariknya, panitia juga membuka akses bagi alumni yang tidak dapat hadir secara langsung melalui siaran live streaming melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/live/Xuc6lBNWZAE?feature=shared. Langkah ini menjadi jembatan agar kebersamaan tetap terjalin, meski terpisah jarak.

Pada akhirnya, majelis taklim perdana ini bukan hanya tentang berkumpul, melainkan tentang menemukan kembali makna kebersamaan, menguatkan iman, dan menyambut Dzulhijjah dengan hati yang lebih siap.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, momen sederhana seperti ini justru menjadi pengingat—bahwa silaturahmi dan nilai spiritual tetap punya tempat yang istimewa.***