Batam  

Muhammad Syafei Ajak Warga Urus KTP Batam demi Akses Layanan Kesehatan Gratis

Muhammad Syafei Ajak Warga Urus KTP Batam demi Akses Layanan Kesehatan Gratis

KILAS BATAM – Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, mensosialisasikan berbagai program prioritas pemerintah kepada warga saat kegiatan reses di Perumahan Tunas Regency Cluster Jasmine, Selasa (31/3/2026).

Dalam sambutannya, Syafei menekankan pentingnya kepemilikan KTP Batam agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan gratis melalui program BPJS Kesehatan, khususnya bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Cukup dengan KTP dan KK Batam, masyarakat sudah bisa berobat gratis di puskesmas. Jadi jangan sampai masih menggunakan KTP daerah asal, segera urus pindah domisili,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menunda pengurusan administrasi kependudukan. Menurutnya, banyak masyarakat yang baru mengurus dokumen saat sudah membutuhkan layanan kesehatan.

BACA JUGA:  Muhammad Syafei Realisasikan Pagar Fasum BRB Tahap 1, Aspirasi Warga Tak Lagi Menunggu

“Jangan tunggu sakit baru sibuk mengurus. Dari sekarang pindahkan domisili di Disdukcapil agar bisa menikmati fasilitas pemerintah, termasuk BPJS gratis,” tambahnya.

Selain layanan kesehatan, Syafei turut menyampaikan adanya peningkatan bantuan untuk warga lanjut usia (lansia).

Ia menyebutkan, bantuan yang sebelumnya Rp300 ribu per bulan kini meningkat menjadi Rp400 ribu per bulan bagi warga berusia 60 tahun ke atas.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga memberikan bantuan seragam sekolah bagi siswa baru tingkat SD, SMP, hingga SMA. Bantuan tersebut mencakup seragam nasional dan pakaian Melayu sebagai ciri khas daerah.

BACA JUGA:  RSBP Batam Terima Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Kepri, Pertama di Provinsi Kepulauan Riau

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada pekerja rentan seperti nelayan, pengemudi ojek online, dan pengayuh becak.

Mereka akan mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung pemerintah.

Syafei juga menyinggung program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku UMKM hingga Rp20 juta melalui perbankan.

Namun, ia mengakui masih banyak warga yang belum dapat mengakses program tersebut karena terkendala riwayat kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

“Kami sedang mencari solusi agar program ini bisa lebih maksimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Dorong Emak-Emak dan Remaja Agar Sukses, Muhammad Syafei Fasilitasi Public Speaking

Selain program bantuan sosial, Syafei turut menyoroti persoalan infrastruktur seperti pengelolaan sampah, banjir, dan air bersih.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy), meski saat ini masih dalam tahap proses.

“Saat ini sudah ada mesin insinerator untuk mengurangi volume sampah dengan cara pembakaran suhu tinggi. Ke depan, diharapkan bisa dikembangkan menjadi energi listrik,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Syafei membuka ruang dialog dengan warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung.

“Kami hadir untuk mendengar. Silakan sampaikan permasalahan yang ada agar bisa kita perjuangkan bersama,” tutupnya.***