Batam  

BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

KILAS BATAM – BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026).

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat diplomasi investasi sekaligus mendorong percepatan arus Penanaman Modal Asing (PMA) ke Batam, sekaligus menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai regional execution hub bagi investasi industri, logistik, dan ekonomi hijau di Asia Tenggara.

Penunjukan Gloria Tan sebagai Liaison Officer BP Batam di Singapura ditandatangani oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis.

BACA JUGA:  Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007

Fary mengatakan, kehadiran liaison officer akan mempercepat komunikasi dengan investor serta memastikan minat investasi dapat segera direalisasikan menjadi proyek konkret.

“Batam tidak hanya menawarkan insentif, tetapi juga kepastian dan kecepatan eksekusi. Kehadiran Liaison Officer di Singapura akan mempercepat transformasi minat investasi menjadi realisasi proyek,” kata Fary.

BACA JUGA:  Jumlah Penumpang di Pelabuhan Batam Meningkat Selama Lebaran 2025

Ia menambahkan, penguatan perwakilan di Singapura juga merupakan respons atas dinamika rantai pasok regional yang semakin terintegrasi, mengingat Batam diposisikan sebagai simpul produksi dan logistik yang terkoneksi langsung dengan pasar Asia-Pasifik.

Gloria Tan menyatakan siap memperkuat konektivitas investasi antara Singapura dan Batam.

Menurutnya, kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang telah terjalin menjadi modal kuat untuk meningkatkan arus investasi.

“Batam memiliki posisi strategis dalam ekosistem industri regional. Tugas kami memastikan investor Singapura terhubung langsung dengan peluang investasi yang siap dieksekusi di Batam,” ujarnya.

BACA JUGA:  Progres Pergeseran Warga Rempang Eco-City, 242 Kepala Keluarga Tempati Hunian Baru Layak Huni

Sementara itu, Wakil Duta Besar RI untuk Singapura, Thomas Siregar, menyambut baik langkah tersebut.

“Penguatan kehadiran BP Batam di Singapura akan memperkokoh diplomasi ekonomi Indonesia dan membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Batam dalam rantai pasok regional,” pungkasnya.***