Seluruh usulan harus melalui tahapan perencanaan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta skala prioritas.
“Semua aspirasi akan kami kumpulkan terlebih dahulu, kemudian diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan dan penganggaran pada tahun berikutnya,” jelas Sekretaris Fraksi PKS ini.
Syafei juga memaparkan luasnya wilayah yang harus dilayani anggota DPRD Kota Batam. Dengan ratusan RT dan RW yang tersebar di berbagai kelurahan di Kecamatan Sagulung, pelaksanaan reses dilakukan secara bergiliran agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan menyampaikan aspirasinya.
Selain melalui kegiatan reses, masyarakat juga dapat menyampaikan usulan pembangunan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.
Seluruh usulan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah.
Pada sesi dialog, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan di lingkungan mereka, terutama terkait pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pembangunan sekolah, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan pelayanan masyarakat.
Menutup kegiatan, Muhammad Syafei mengajak masyarakat untuk terus aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan wakil rakyat dalam membangun Kota Batam.
“Silakan sampaikan aspirasi masyarakat. Kami akan terus berupaya memperjuangkannya sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku demi kepentingan bersama,” tutupnya Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam ini.
Ketua RT 02 Taman Cipta Asri Tahap 3, Teguh Satria, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Muhammad Syafei yang telah memilih lingkungan mereka sebagai lokasi pelaksanaan reses.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang sangat baik bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Syafei yang telah hadir dan mendengarkan langsung aspirasi warga. Semoga berbagai usulan yang telah disampaikan dapat diperjuangkan dan direalisasikan demi kemajuan lingkungan kami,” ujar Teguh Satria.***












