“Masyarakat kita kerap mengeluhkan buruknya pengelolaan sampah, terutama terkait sulitnya akses ke tempat pembuangan sementara (TPS),” kata Warya Burhanuddin saat menyampaikan Pandangan Umum Laporan Reses pada Rapat Paripurna di DPRD Batam, Selasa (7/1/2025).
Akibatnnya, kata Warya Burhanuddin, banyak warga membuang sampah sembarangan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan.
“Kita menyaksikan sendiri di perumahan-perumhan warga terdapat tumpukan sampah yang telah berhari-hari tidak atau terlambat dilakukan mobilisasi ke TPS atau TPA,” ujar Warya Burhanuddin.
Jika kondisi ini terus di biarkan maka, menurut Warya Burhanuddin, mimpi untuk menjadikan Batam sebagai Bandar Dunia Madani hanyalah angan-angan.
Untuk itu melalui reses Fraksi PKS, masyarakat kembali menyampaikan aspirasinya agar Pemko Batam dapat meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah.
Adapun bentuk peningkatan pengelolaan sampah di antaranya sebagai berikut:
- Membangun infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif terintegrasi.
- Mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah terpadu.
- Menggunakan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan.
- Meningkatkan penggunaan energi terbarukan dari sampah.
- Mengembangkan industri daur ulang.
- Peremajaan armada pengangut sampah
Warya Burhanuddin juga menyampaikan, berdasarkan data BPS Kota Batam yang dirilis pada Oktober 2024 menerangkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara atau wisman yang berkunjung ke Batam tercatat sebanyak 1.048.297 kunjungan. Hal ini menunjukkan tren positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Meningkatnya kunjungan wisatawan ini tentu dapat menggairahkan eksistensi UMKM di Batam.
“Melalui kesempatan ini atas permintaan masyarakat melalui Reses Anggota DPRD Batam Fraksi PKS, masyarakat kembali menyampaikan aspirasinya kepada kami agar pemerintah Batam terus meningkatkan kegiatan-kegiatan pelatihan untuk UMKM di Batam demi terbangunnya ekosistem UMKM masyarakat,” kata Warya Burhanuddin.
Selain itu masyarkat Kota Batam juga meminta agar destinasi dan iconic wisata di perlu dikembangkan lagi dengan dukungan anggaran yang lebih, agar sektor pariwisata terus menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Tentu besar harapan kami sektor pariwisata ini dapat terus penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam,” ujar Warya Burhanuddin.***












